Monografi Pura di Desa Pakraman Yadnya Bhakti
Desa Ambopi Kecamatan Tongauna Utara Kabupaten Konawe
Provinsi Sulawesi Tenggara
![]() |
| Gbr. Photo Candi Pintu Masuk Pura Desa-Puseh Desa Pakraman Yadnya Bhakti |
I.
Pura Desa Puseh Desa
Pakraman Yadnya Bhakti
Desa Pakraman Yaadnya Bhakti adalah Nama sebuah
Lembaga Agama dan Keagamaan Hindu bagi Umat Hindu di Desa Ambopi dan sekitarnya
sebagai wadah bersama dalam melaksanakan Aktivitas Agama dan Keagamaan Hindu
dalam kehidupan sehari-harinya. Desa Pakraman Yadnya Bhakti beralamat di Desa
Ambopi, Kecamatan Tongauna Utara, Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara.
![]() |
| Gbr. Photo Candi Pintu Masuk Pura Desa-Puseh Desa Pakraman Yadnya Bhakti |
Pura Desa – Puseh, adalah salah satu Pura yang bersifat Pura Umum atau sebagai Kahyangan Desa yang menggunakan Konsep
Kahyangan Tiga (Pura Desa-Puseh,
dan Pura Dalem) bagi Umat Hindu di Desa Pakraman Yadnya Bhakti bagi Umat
Hindu berdomisilli di Desa Ambopi dan sekitarnya.
Pura ini terletak di
tengah-tengah pemukiman masyarakat Hindu yang memiliki luas areal pura 80 Are
(100 × 80 meter) dengan bersertifikat hak milik masyarakat Desa Pakraman Yadnya Bhakti, bermula dari pembagian program
transmigrasi yang terkait dengan fasilitas Umum tak terkecuali fasilitas
sebagai Tempat Ibadah bagi Warga Transmigrasi yang beragama Hindu. Pura Desa-Puseh ini di bangun tau
didirikan sejak tahun 1987, dengan anggaran swadaya masyarakat Hindu, hingga
saat ini telah beberapa kali dilakukan perehaban dan sangat bersyukur sekali
telah mendapat bantuan dana perbaikan pura pada tahun 2018 dari Dirjen
Kementrian Agama RI yang sangat meringankan beban masyarakat dalam hal perehaban pura tersebut.
![]() |
| Gbr. Photo Candi Pintu Masuk Utama Mandala Pura Desa-Puseh Desa Pakraman Yadnya Bhakti |
Saat pendataan pada tahun 2019 ini, Pura
Desa-Puseh Desa Pakraman Yadnya Bhakti di Pimpin oleh seorang Bendesa yang bernama Made Suraka dan seorang PHDI Desa yang
bernama Ketut Mustika. Jumlah Umat Hindu dalam Wadah Desa Pakraman Yadnya Bhakti sebanyak 105 Kepala Keluarga (KK) atau ±
378 Jiwa. Pemangku yang bertugas sebagai
Manggala di Pura Desa, yaitu Jro Mangku
Made Jasa, S.Pd, dan yang bertugas di Pura
Puseh yaitu Jro Mangku Putu Darma
Yasa. Pelaksanaan Piodalan/Pujawali
di Pura Desa-Puseh dilaksanakan setiap
setahun sekali tepatnya pada Rahina
Purnama Kapat, selain pada saat piodalan
persembahyangan juga dilakukan saat rahina
Purnama, Tilem, dan hari-hari Suci Agama Hindu, yang pelaksanaannya sesuai
dengan pelaksanaannya Desa Kala Patra
yang telah disepakati bersama oleh Umat Hindu di Desa Pakraman Yadnya Bhakti.
![]() |
| Gbr. Photo Bale Kulkul Pura Desa-Puseh Desa Pakraman Yadnya Bhakti |
Pura Desa-Puseh di Desa
Pakraman Yadnya Bhakti sampai saat ini masih memprogramkan untuk
pembangunan dan pengembangan Pura, hal ini direncanakan karena masih ada
beberapa jajaran Bangunan di Areal Pura yang belum permanen seperti
diantaranya: Bale Kulkul, Pawaregan yang masih semi permanen, serta
Gelung Kori yang telah dibangun sejak lama, harapannya
kedepan pemerintah terkait dapan membantu perawatan dan perehaban Pura Desa-Puseh ini sehingga dapat
mengurangi beban masyarakat dalam melaksanakan kewajiban nya dalam iuran wajib bangunan
untuk pembangunan pura ini.
II.
Pura Dalem,
Prajapati (Mrajapati) dan Penghulun Setra
Pura atau Kahyangan Dalem,
yang juga terdapat jajaran Pura Prajapati
dan Cangkem Setra (Penghulun Setra),
adalah salah satu dari Konsep Pura Kahyangan Tiga yang ada di Desa
Pakraman Yadnya Bhakti. Pura Dalem
dibangun sejak tahun 1987 bersamaan dengan dibangunya Pura Desa-Puseh, dengan anggaran swadaya dari masyarakat Hindu di
Desa Pakraman Yadnya Bhakti. Luas Areal
tanah Pura ini adalah 60 Are dengan pembagian; ±35 Are a diperoleh dari membeli dan ±25 Are yang didapat dari pemberian dari
pemerintah setempat untuk setre atau kuburan.
![]() |
| Gbr. Photo Pura Dalem Desa Pakraman Yadnya Bhakti |
Pura ini sangat berbeda
dengan areal pura yang lainnya yang biasanya berada di pemukiman umat Hindu, namun
Pura Dalem, Prajapati dan Cangkem Setra (Penghulun
Setra) ini tempat nya agak jauh dari pemukiman umat hindu, berada di daerah
pemukiman masyarakat Desa Waworoda Jaya yang mayoritas pemeluk Umat Islam, persembahyangan
dilakukan di pura ini hanya dilaksanakan saat rahina Kuningan, upacara pengabenan dan rahina Piodalan/Puja Wali saja yaitu setiap setahun sekali saat Rahina Tilem Kedasa, dikarenakan kondisi
pura yang agak jauh dan tidak ada nya Listrik Milik Pura Pribadi yang
menyebabkan aktifitas dipura tersebut menjadi kurang maksimal, namun terkadang
masyarakat sekitar mau membantu menyambungkan sumber penerangan dikala ada
persembahyangan dimalam hari ataupun disaat membutuhkan kegiatan kelistrikan.
![]() |
| Gbr. Photo Pura Dalem Desa Pakraman Yadnya Bhakti |
Saat pendataan ini
tahun 2019, Pura Dalem/Kahyangan Dalem, Prajapati
dan Cangkem Setra (Penghulun Setra). Sebagai
Pamangku Pura Dalem yaitu Jro Mangku Putu
Eka Yasa, dan Pamngku Pura Prajapati yaitu Jro Mangku Wayan Getri.
![]() |
| Gbr. Photo Pura Dalem Desa Pakraman Yadnya Bhakti |
Perencanaan
Pembangunan dan Pembengan Pura Dalem kedepannya masih sangat dibutuhkan, selain
terkait kelistrikan ada juga hal yang lain yaitu belum ada nya pagar permanen
pada pura ini dan juga belum ada nya alat pembakaran mayat (Pengabenan).
III. Pura Badugul
Pura Bedugul Desa Pakraman Yadnya Bhakti, Desa Ambopi, Kec.
Tongauna Utara, Kab. Konawe, Prov. Sulawesi Tenggara. Pura Bedugul dibangun pada tahun 1987 oleh swadaya masyarakat Desa Pakraman Yadnya Bhakti yang areal pura
nya bergabung dengan tanah Pura Desa
Puseh Yadnya Bhakti. Pura ini berfungsi sebagai tempat untuk memohon
kesuburan dan kemakmuran terkait areal
dan hasil pertanian masyarakat Hindu di Desa
Pakraman Yadnya Bhakti yang berdomisili di Desa Dinas Ambopi dan sekitarnya.
Mayoritas pengempon pura ini adalah pekerja sebagai petani dengan jumlah
penyungsung berkisar 53 KK yang dinaungi oleh Bendesa Pakraman dan PHDI Desa
Pakraman Yadnya Bhakti.
![]() |
| Gbr. Photo Pura Badugul Desa Pakraman Yadnya Bhakti |
Sejak pendataan
Tahun 2019, Pura ini juga memiliki pengurus untuk mengatur atau bertugas
mengkordinir pelaksanaan kegiatan untuk kesuburan pertanian masyarakat, sebagai
Ketua saat ini yaitu Nyoman Mastra dan Pemangku yang bernama Ketut Miasa. Beberapa
aktivitas upacara dan upakara yang dilaksanakan berkaitan
dengan Pura Badugul ini seperti: Piodalan, Upacara/Upakara Magpag Yeh (Pembukaan Air untuk Areal Pertanian), dan Ngusabha,
dan beberapa Upacara/Upakara yang berkiatan dengan pertanian masyarakat di Desa Pakraman Yadnya Bhakti.
![]() |
| Gbr. Photo Bale Piyasan/Penimbangan Desa Pakraman Yadnya Bhakti |
Rehab Bangunan dan Pengembangan
Bangunan Pura pada Pura Bedugul masih
sangat diperlukan. Pembangunan Panyengker
Pura Permanen, dan beberapa bangunan Palinggih,
serta beberpa bangunan lainnya yang sudah tidak layak seperti: Puargan, dan Bale Piyasan yang sudah sangat tidak layak.
![]() |
| Gbr. Photo Jajaran Pelinggih di Pura Badugul Desa Pakraman Yadnya Bhakti |
IV.
Pura Pura Dalem
Surya Sakala
Pura Dalem Surya
Sakala yang bertempat di Desa Ambopi, Kec. Tongauna Utara, Kab. Konawe, Prov.
Sulawesi Tenggara, status pura ini adalah Pura
Pamaksan / Pura Keluarga yang dibangun sejak tahun 1988 oleh swadaya
keluarga pangyungsung pura tersebut,
yang mayoritas berasal dari Warga Sembung Kabupaten Badung Provinsi Bali, yang
transmigrasi, yang saat ini telah mencapai 75KK. Luas area pura ini ±80 Are dengan
status tanah bersertifikat, awal nya adalah hibah pemerintah namun di klaim
sebagai tanah keluarga sehingga pada tahun 2000 an dilakukan penebusan tanah
tersebut dengan harga yang sepadan untuk melindungi tempat ibadah umat Hindu yang
menyungsung Pura Dalem Surya tersebut.
![]() |
| Gbr. Photo Pura Dalem Surya (Pura Kamaksan/Kelompok Keluarga Dalem Surya) Desa Pakraman Yadnya Bhakti |
Pura ini berada di
dalam naungan Wilayah Desa Pakraman
Yadnya Bhakti, memilik Ketua Pemaksan (Ketua Kelompok) yaitu bernama Ketut
Sojar, dan seorang Pamangku yang
bernama Made Mine, yang memiliki tanggung jawab untuk memimpin segala aktifitas
upcara dan upkara yang dilaksanakan di Pura
Dalem Surya. Rahina Piodalan/Puja Wali jatuh pada Hari Suci Agama Hindu
yaitu Hari Suci Pagarwesi (Buda Kliwon Sinta) yang dirayakan setiap
enam bulan sekali dan saat Rahina Tumpek
Landep dan beberapa hari suci umat
hindu lainnya.
![]() |
| Gbr. Photo Pura Dalem Surya (Pura Kamaksan/Kelompok Keluarga Dalem Surya) Desa Pakraman Yadnya Bhakti |
Sumber : PHDI dan Bendesa Pakraman Yadnya Bhakti
Penulis : Gede Eka Pandi Afrisal, S.Pd.
Editor : I Nengah Sumendra, S.Ag., M.Fil.H












😊😊
BalasHapusMantap...Semoga Monografi Pura yang lainnya segera bisa di publish juga...Salam Dharma
BalasHapus