BINDU KONAWE - MEDIA INFORMASI

SLOGAN BLOG BINDU KONAWE

<<SELAMAT DATANG DI BINDU KONAWESELAMAT DATANG DI BINDU KONAWE >>

Rabu, 13 November 2019

Monografi Pura di Desa Pakraman Yadnya Bhakti - Desa Ambopi Kecamatan Tongauna Utara - Kabupaten Konawe

Monografi Pura di Desa Pakraman Yadnya Bhakti
Desa Ambopi Kecamatan Tongauna Utara Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara

Gbr. Photo Candi Pintu Masuk Pura Desa-Puseh
Desa Pakraman Yadnya Bhakti

I.     Pura Desa Puseh Desa Pakraman Yadnya Bhakti
Desa Pakraman Yaadnya Bhakti adalah Nama sebuah Lembaga Agama dan Keagamaan Hindu bagi Umat Hindu di Desa Ambopi dan sekitarnya sebagai wadah bersama dalam melaksanakan Aktivitas Agama dan Keagamaan Hindu dalam kehidupan sehari-harinya. Desa Pakraman Yadnya Bhakti beralamat di Desa Ambopi, Kecamatan Tongauna Utara, Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara.


Gbr. Photo Candi Pintu Masuk Pura Desa-Puseh
Desa Pakraman Yadnya Bhakti

Pura Desa – Puseh, adalah salah satu Pura yang bersifat Pura Umum atau sebagai Kahyangan Desa yang menggunakan Konsep Kahyangan Tiga (Pura Desa-Puseh, dan Pura Dalem) bagi Umat Hindu di Desa Pakraman Yadnya Bhakti bagi Umat Hindu berdomisilli di Desa Ambopi dan sekitarnya.
Pura ini terletak di tengah-tengah pemukiman masyarakat Hindu yang memiliki luas areal pura 80 Are (100 × 80 meter) dengan bersertifikat hak milik masyarakat Desa Pakraman Yadnya Bhakti, bermula dari pembagian program transmigrasi yang terkait dengan fasilitas Umum tak terkecuali fasilitas sebagai Tempat Ibadah bagi Warga Transmigrasi yang beragama Hindu. Pura Desa-Puseh ini di bangun tau didirikan sejak tahun 1987, dengan anggaran swadaya masyarakat Hindu, hingga saat ini telah beberapa kali dilakukan perehaban dan sangat bersyukur sekali telah mendapat bantuan dana perbaikan pura pada tahun 2018 dari Dirjen Kementrian Agama RI yang sangat meringankan beban masyarakat  dalam hal perehaban pura tersebut.

Gbr. Photo Candi Pintu Masuk Utama Mandala
Pura Desa-Puseh Desa Pakraman Yadnya Bhakti

Saat pendataan  pada tahun 2019 ini,  Pura Desa-Puseh Desa Pakraman Yadnya Bhakti di Pimpin oleh seorang Bendesa yang bernama Made Suraka dan seorang PHDI Desa yang bernama Ketut Mustika. Jumlah Umat Hindu dalam Wadah Desa Pakraman Yadnya Bhakti sebanyak 105 Kepala Keluarga (KK) atau ± 378 Jiwa. Pemangku yang bertugas sebagai Manggala di Pura Desa, yaitu Jro Mangku Made Jasa, S.Pd, dan yang bertugas di Pura Puseh yaitu Jro Mangku Putu Darma Yasa. Pelaksanaan Piodalan/Pujawali di Pura Desa-Puseh dilaksanakan setiap setahun sekali tepatnya pada Rahina Purnama Kapat, selain pada saat piodalan persembahyangan juga dilakukan saat rahina Purnama, Tilem, dan hari-hari Suci Agama Hindu, yang pelaksanaannya sesuai dengan pelaksanaannya Desa Kala Patra yang telah disepakati bersama oleh Umat Hindu di Desa Pakraman Yadnya Bhakti.

Gbr. Photo Bale Kulkul Pura Desa-Puseh
Desa Pakraman Yadnya Bhakti

Pura Desa-Puseh di Desa Pakraman Yadnya Bhakti sampai saat ini masih memprogramkan untuk pembangunan dan pengembangan Pura, hal ini direncanakan karena masih ada beberapa jajaran Bangunan di Areal Pura yang belum permanen seperti diantaranya: Bale Kulkul, Pawaregan yang masih semi permanen, serta Gelung Kori  yang telah dibangun sejak lama, harapannya kedepan pemerintah terkait dapan membantu perawatan dan perehaban Pura Desa-Puseh ini sehingga dapat mengurangi beban masyarakat dalam melaksanakan kewajiban nya dalam iuran wajib bangunan untuk pembangunan pura  ini.



II.   Pura Dalem, Prajapati (Mrajapati) dan Penghulun Setra
Pura atau Kahyangan Dalem, yang juga terdapat jajaran Pura Prajapati dan Cangkem Setra (Penghulun Setra), adalah salah satu dari Konsep Pura Kahyangan Tiga yang ada di  Desa Pakraman Yadnya Bhakti. Pura Dalem dibangun sejak tahun 1987 bersamaan dengan dibangunya Pura Desa-Puseh,  dengan anggaran swadaya dari masyarakat Hindu di Desa Pakraman Yadnya Bhakti. Luas Areal tanah Pura ini adalah 60 Are dengan pembagian;  ±35 Are a diperoleh dari membeli dan  ±25 Are yang didapat dari pemberian dari pemerintah setempat untuk setre atau kuburan.

Gbr. Photo  Pura Dalem
Desa Pakraman Yadnya Bhakti

Pura ini sangat berbeda dengan areal pura yang lainnya yang biasanya berada di pemukiman umat Hindu, namun Pura Dalem, Prajapati dan Cangkem Setra  (Penghulun Setra) ini tempat nya agak jauh dari pemukiman umat hindu, berada di daerah pemukiman masyarakat Desa Waworoda Jaya yang mayoritas pemeluk Umat Islam, persembahyangan dilakukan di pura ini hanya dilaksanakan saat rahina Kuningan, upacara pengabenan dan rahina Piodalan/Puja Wali saja yaitu setiap setahun sekali saat Rahina Tilem Kedasa, dikarenakan kondisi pura yang agak jauh dan tidak ada nya Listrik Milik Pura Pribadi yang menyebabkan aktifitas dipura tersebut menjadi kurang maksimal, namun terkadang masyarakat sekitar mau membantu menyambungkan sumber penerangan dikala ada persembahyangan dimalam hari ataupun disaat membutuhkan kegiatan kelistrikan.

Gbr. Photo  Pura Dalem
Desa Pakraman Yadnya Bhakti

Saat pendataan ini tahun 2019, Pura Dalem/Kahyangan Dalem, Prajapati dan Cangkem Setra (Penghulun Setra). Sebagai Pamangku Pura Dalem yaitu Jro Mangku Putu Eka Yasa,  dan Pamngku Pura Prajapati yaitu Jro Mangku Wayan Getri.

Gbr. Photo Pura Dalem
Desa Pakraman Yadnya Bhakti

Perencanaan Pembangunan dan Pembengan Pura Dalem  kedepannya masih sangat dibutuhkan, selain terkait kelistrikan ada juga hal yang lain yaitu belum ada nya pagar permanen pada pura ini dan juga belum ada nya alat pembakaran mayat (Pengabenan).


III. Pura Badugul
Pura Bedugul Desa Pakraman Yadnya Bhakti, Desa Ambopi, Kec. Tongauna Utara, Kab. Konawe, Prov. Sulawesi Tenggara. Pura Bedugul dibangun pada tahun 1987 oleh swadaya masyarakat Desa Pakraman Yadnya Bhakti yang areal pura nya bergabung dengan tanah Pura Desa Puseh Yadnya Bhakti. Pura ini berfungsi sebagai tempat untuk memohon kesuburan  dan kemakmuran terkait areal dan hasil pertanian masyarakat Hindu di Desa Pakraman Yadnya Bhakti yang berdomisili di Desa Dinas Ambopi dan sekitarnya. Mayoritas pengempon pura ini adalah pekerja sebagai petani dengan jumlah penyungsung berkisar 53 KK yang dinaungi oleh Bendesa Pakraman dan PHDI Desa Pakraman Yadnya Bhakti.

Gbr. Photo Pura Badugul
Desa Pakraman Yadnya Bhakti

Sejak pendataan Tahun 2019, Pura ini juga memiliki pengurus untuk mengatur atau bertugas mengkordinir pelaksanaan kegiatan untuk kesuburan pertanian masyarakat, sebagai Ketua saat ini  yaitu Nyoman Mastra dan Pemangku yang bernama Ketut Miasa. Beberapa aktivitas upacara dan upakara yang dilaksanakan berkaitan dengan Pura Badugul ini seperti: Piodalan, Upacara/Upakara Magpag Yeh (Pembukaan Air untuk Areal Pertanian), dan  Ngusabha, dan beberapa Upacara/Upakara  yang berkiatan dengan  pertanian masyarakat di Desa Pakraman Yadnya Bhakti.

Gbr. Photo Bale Piyasan/Penimbangan
Desa Pakraman Yadnya Bhakti

Rehab Bangunan dan Pengembangan Bangunan Pura pada Pura Bedugul masih sangat diperlukan. Pembangunan Panyengker Pura Permanen, dan beberapa bangunan Palinggih, serta beberpa bangunan lainnya yang sudah tidak layak seperti: Puargan, dan Bale Piyasan yang sudah sangat tidak layak.

Gbr. Photo Jajaran Pelinggih di Pura Badugul
Desa Pakraman Yadnya Bhakti



IV.     Pura Pura Dalem Surya Sakala
Pura Dalem Surya Sakala yang bertempat di Desa Ambopi, Kec. Tongauna Utara, Kab. Konawe, Prov. Sulawesi Tenggara, status pura ini adalah Pura Pamaksan / Pura Keluarga yang dibangun sejak tahun 1988 oleh swadaya keluarga pangyungsung pura tersebut, yang mayoritas berasal dari Warga Sembung Kabupaten Badung Provinsi Bali, yang transmigrasi, yang saat ini telah mencapai 75KK. Luas area pura ini ±80 Are dengan status tanah bersertifikat, awal nya adalah hibah pemerintah namun di klaim sebagai tanah keluarga sehingga pada tahun 2000 an dilakukan penebusan tanah tersebut dengan harga yang sepadan untuk melindungi tempat ibadah umat Hindu yang menyungsung Pura Dalem Surya tersebut.

Gbr. Photo Pura Dalem Surya
 (Pura Kamaksan/Kelompok Keluarga Dalem Surya)
Desa Pakraman Yadnya Bhakti

Pura ini berada di dalam naungan Wilayah Desa Pakraman Yadnya Bhakti, memilik Ketua Pemaksan (Ketua Kelompok) yaitu bernama Ketut Sojar, dan seorang Pamangku yang bernama Made Mine, yang memiliki tanggung jawab untuk memimpin segala aktifitas upcara dan upkara yang dilaksanakan di Pura Dalem Surya. Rahina Piodalan/Puja Wali jatuh pada Hari Suci Agama Hindu yaitu Hari Suci Pagarwesi (Buda Kliwon Sinta) yang dirayakan setiap enam bulan sekali dan saat Rahina Tumpek Landep dan beberapa  hari suci umat hindu lainnya.

Gbr. Photo Pura Dalem Surya
 (Pura Kamaksan/Kelompok Keluarga Dalem Surya)
Desa Pakraman Yadnya Bhakti

Rencana Perehaban dan Pembangunan Pura Dalem urya masih dibutuhkan sampai saat ini, hal ini dikarenakan ada beberapa jajaran  palinggih masih belum lengkap dan akses jembatan pura yang rusak terterjang banjir bandang tahun 2018 lalu.

Sumber : PHDI dan Bendesa Pakraman Yadnya Bhakti
Penulis  : Gede Eka Pandi Afrisal, S.Pd.
Editor    : I Nengah Sumendra, S.Ag., M.Fil.H


2 komentar: