Monografi Pura Kahyangan Tiga Desa Pakraman Dwi
Tunggal Bhuana, Kelurahan Mekarsari Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe
A.
Deskripsi Umum
Pura Adalah Sebagai Tempat Pemujaan Atau ibadat bagi agama Hindu atau
tempat Suci agama Hindu di Indonesia. Tempat suci menurut Hindu mempunyai 2
(Dua) Pengertian yaitu tempat suci karena kondisi alam seperti Puncak gunung
dan Sumber mata air, dan tempat suci karna disucikan atau dibangun seperti Candi,
Pura, Merajan dan Lain-lain.
Pura sebagai tempat suci agama Hindu di Indonesia merupakan tempat pemujaan
Nyang Widhi Wasa dalam prabawa-Nya (ManifestasiNya) dan Atma Sidha Dewata (Roh
Sici Leluhur) dengan sarana upacara Yadnya.
Dalam Sistem Upakara dan upacara yadnya dalam pura dilaksanakan oleh adat
dimana dalam suatu desa adat akan di tunjuk seorang ketua adat atau dalam sitem
adat bali disebut dengan Bendesa adat. Bendesa Adat memiliki peran central
dalam kegiatan ke umatan dan Upakara dan Upacara Yadnya di Suatu Desa Adat.
Desa Adat Dwi Tunggal Buana Adalah salah satu desa adat yang keberadaanya
di wilayah transmigrasi di Kelurahan Mekar Sari Kecamatan Tongauna Kabupaten
Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara. Meski terbilang Jauh dari Bali, Desa Adat
Dwi Tunggal Buana Masih Tetap memegang teguh Adat dan Tradisi sebagai Hindu
Bali Nusantara. Desa Adat ini dipimping oleh seorang Bendesa Adat dan di bantu oleh kepengurusan Desa Adat.
Di Desa Adat Dwi Tunggal Buana terdapat
Pura Khayangan Tiga (Tri Khayangan) di antaranya Pura Desa dan Pura Puseh Yang
Terletak dalam Satu Area, Pura Dalem yang berdampingan dengan Pura Prajapati
dan Ada Pula Pura Ulun Carik (Pura Subak).
B.
Pura Desa Puseh Desa Adat Dwi Tunggal Buana
Pura
Desa dan Puseh Desa
Adat Dwi Tunggal Buana terletak dalam satu lokasi. Pura Desa dan Puseh ini merupakan Pura
khayangan Tiga yang disungsung oleh krama desa Adat Dwi Tunggal Buana Sebagai
tempat Pemujaan Ida Sang Hyang Widhi dalam Prabawanya Sebagai Dewa Brahma Sang
Pencipta (Utpati) dan Dewa Wisnu Sang Pemelihara (Sthiti).
![]() |
| Gbr. Photo : Kori Agung Pura Desa-Puseh Desa Pakraman Dwi Tunggal Bhuana |
Pura Desa Dan Puseh Desa Adat Dwi Tunggal Buana beralamat
di Blok C kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Tongauna
Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan luas area 5000 m2. Status kepemilikan
tanah dari pura Desa Puseh ini sementara proses balik nama ke Desa Adat Dwi
Tunggal Buana. Pura ini hanya berjarak
sekitar 2 Km dari pusat Kota Unaaha. Letaknya
yang begitu strategis dan dekat dengan kota unaaha pura ini menjadi salah satu
tujuan dari warga kota unaaha untuk datang menikmati pemandangan pura dan berfoto selfi. Pura ini juga sering
dijadikan tempat kegiatan dari organisasi Hindu yang berada di kabupaten
Konawe.
![]() |
| Gbr. Photo : Gedong Desa Pura Desa-Puseh Desa Pakraman Dwi Tunggal Bhuana |
![]() |
| Gbr. Photo : Gedong Puseh Pura Desa-Puseh Desa Pakraman Dwi Tunggal Bhuana |
Pura
Desa Puseh Desa Adat Dwi Tunggal
Buana Ini di didirikan pada tahun 1975. Anggaran
Pendirianya dari hasil Suadaya masyarakat desa Adat Dwi Tunggal Buana. kemudian
pada tahun 2005 Pura ini direnovasi total mulai dari Gedong, Padmasana, Pelingih,
Balai Kulkul dan Pagar Pura. Pada Tahun
2016 Pura Ini Mendapat bantuan Satu Unit Balai Agung Dari Pemerintah Daerah
kabupaten Konawe.
![]() |
| Gbr. Photo : Piyasan di Utama Mandala Pura Desa-Puseh Desa Pakraman Dwi Tunggal Bhuana |
Pada Pendataan
tahun
2019 pura Desa dan Puseh Dwi Tunggal Buana di pimpin Bendesa adat yang bernama Wayan Sara dan PHDI desa yang bernama I Wayan Sumatra, S.Ag. Wayan Sunata Sebagai Pemangku Yang
Memimpin upakara dan upacara Yadnya di Pura Desa dan Ketut Warta sebagai
Pemangku pemimpin yadnya di Pura Puseh. Jumlah
Pengempon Pura Desa dan Puseh 367 Kepala Keluarga.
Pujawali atau Odalan Pura Desa Dan Puse Desa Adat Dwi
Tunggal Buana dilaksanakan setahun sekali yaitu jatuh pada wuku Menail Sasih
Kapat ( Purnama Kapat). Aktivitas Persembahyangan juga dilakukan pada saat hari
raya keagamaan, hari yang dianggap hari suci dan pada saat organisasi atau
lembaga keagamaan Hindu melakukan kegiatan di Pura ini. Pada hari Purnama Krama
Umat melakukan persembahyangan rutin setiap bulanya.
Dalam perawatan dan kebersihan pura, desa Adat
menyerahkan sepenuhnya kepada Komisariat Peradah Desa Adat Dwi Tunggal Buana
sebagai penanggung jawab kebersihan pura. Sehinggah Peradah Desa Adat Dwi
Tunggal Buana Menetapkan Jadwal Pembersihan Rutin Setiap bulanya yaitu 2 hari
sebelum Purnama. Selain itu kegiatan pembersihan oleh Peradah juga dilakukan
setiap ada kegiatan keagamaan di area pura.
C.
Pura Dalem dan
Prajapati Desa
Adat Dwi Tunggal Buana
Pura
Dalem dan Prajapati Desa Adat Dwi Tunggal Buana terletak dalam satu lokasi. Pura ini merupakan Pura
khayangan Tiga yang disungsung oleh krama desa Adat Dwi Tunggal Buana Sebagai
tempat Pemujaan Ida Sang Hyang Widhi dalam Prabawanya Sebagai Dewa Siwa Sang
Pelebur (Pralina) dan Dewi durga Sebagai Saktinya Dewa Siwa.
![]() |
| Gbr. Photo : Candi Pintu Masuk Pura Dalem Desa Pakraman Dwi Tunggal Bhuana |
Pura Dalem dan
Prajapati Desa Adat Dwi Tunggal Buana beralamat di jalan Poros kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Tongauna
Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan luas area 5000 m2. Status kepemilikan
tanah dari pura Desa Puseh ini adalah Hak milik Desa Adat Dwi Tunggal
Buana. Pura ini berada di Sebelah Barat
Kelurahan Mekar Sari.
![]() |
Gbr. Photo : Prasasti Peresmian Karya Agung
Ngenteg Linggih
Pura Dalem dan Prajapati
|
Pura
Dalem dan Prajapati Ini di didirikan pada tahun 1988.
Anggaran Pendirianya pun juga dari hasil Suadaya masyarakat desa Adat Dwi
Tunggal Buana. dari sejak berdiri, pura ini sudah dua kali Renovasi, renovasi
pertama yaitu pada tahun 1999 Perbaikan Balai Piyasan, Gedong, Pagar Penyengker
Pura, Dan Beberapa Pelingih. Dan kemudian Renovasi yang ke Dua pada Juli 2017 dengan
penambahan beberapa bangunan baru sebagai pelengkap Sarana Pura Seperti Gelung
Kori, Balai Pertemuan, Balai Gong, Puwaregan, Pagar Atau Penyengker, Gudang,
Wc, dan Gerbang Pura. Dan dilakukan Upacara Puja wali Ngenteg Linggih pada Pura
Dalem dan prajapati tersebut dengan dihadiri oleh ketua DPRD Kab. Konawe Priode
2014- 2019 yang sekaligus meresmikan Pura Dalem Desa Adat Dwi Tunggal Buana.
![]() |
| Gbr. Photo : Kori Agung Masuk Utama Mandala Pura Dalem Desa Pakraman Dwi Tunggal Bhuana |
![]() |
| Gbr. Photo : Gedong Dalem Pura Dalem Desa Pakraman Dwi Tunggal Bhuana |
Pura ini juga secara umum diempon oleh Seluruh krama adat
Dwi Tunggal Buana dimana Bendesa Adat Wayan Sara dan Ketua PHDI Desa Adat I
Wayan Sumatra, S.Ag selaku Tokoh yang Memimpin Keberlangsungan Kegiatan
Keumatan Di Pura Dalem Dan Prajapati ini. Putu Alit sebagai Pemangku Pemimpin
Upakara dan Upacara yadnya Di Pura Dalem dan Wayan Konci Sebagai Pemangku pemimpin
Upakara dan Upacara Yadnya di Pura Prajapati.
![]() |
| Gbr. Photo : Candi Pintu Masuk / Pemedal Pura Prajapati Desa Pakraman Dwi Tunggal Bhuana |
![]() |
| Gbr. Photo : Palinggih Prajapati di Pura Prajapati Desa Pakraman Dwi Tunggal Bhuana |
Piodalan di Pura Dalem dan Prajapati ini sejak Tahun 2017
setelah selesai acara Ngenteg Linggih dilakukan dalam 1 tahun sekali Yaitu
Setiap Tilem Ke Kasa. Dimana sebelum acara Ngenteg linggih piodalan dilakukan
setiap hari raya Pagarwesi. Aktivitas persembahyangan di pura ini juga
dilakukan setiap hari raya keagamaan, hari Suci, dan hari-hari tertentu. Krame
umat desa Adat Dwi Tunggal Buana melakukan Persembahyangan Rutin setiap Bulan
yaitu pada hari Tilem.
Perawatan dan kebersihan Pura di tugaskan kepada Peradah
Desa Adat Dwi Tunggal Buana. Dalam kegiatan pembersihan di pura Dalem Dan
Prajapati rutin dilakukan setiap bulan 2 hari sebelum hari Tilem dan juga
dilakukan setiap akan ada kegiatan keagamaan.
D.
Pura Ulun Carik Desa Adat Dwi Tunggal Buana
Pura Ulun Carik adalah pura krama subak yaitu kelompok pura khayangan
khusus sebagai pura swagina oleh para petani. Di Desa Adat Dwi Tunggal Buana
yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian di sektor pertanian mendirikan
sebuah pura Ulun carik.
![]() |
| Gbr. Photo : Pura Ulun Carik Desa Pakraman Dwi Tunggal Bhuana |
Pura ulun Carik Desa Adat Dwi Tunggal Buana berlokasi di
tengah tengah Kelurahan Mekar Sari kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe dengan
luas Tanah 5000 m2. Dengan status kepemilikan tanah masih dalam
proses balik nama.
Pura Ulun Carik Desa Adat Dwi Tunggal Buana didirikan pada tahun 1997. Pura
ini didirikan dari suadaya masyarakat desa Adat Dwi Tunggal Buana yang Bermata
Pencaharian di sektor Pertanian. Dari sejak berdiri, sampai saat ini, Pura ini
baru pada tahun 2019 ini dilakukan renovasi keseluruhan dari Sarana bangunan
pura. Angaran renovasi di peroleh dari iuran wajib dan dana Punia anggota subak
Desa Adat Dwi Tunggal Buana.
![]() |
| Gbr. Photo : Bale Paruman Pura Ulun Carik Desa Pakraman Dwi Tunggal Bhuana |
Pura ini di empon kurang lebih 94% dari Jumlah Krama Umat
Desa Adat Dwi Tunggal Buana yang Ada. Dimana dalam proses pembanguan dan kegiatan
pura di pimpin oleh seorang Ketua subak bernama I Made Merta. Pemangku yang
memimpin upakara dan upacara di pura ini ialah Wayan Sukendra.
Kegiatan Yadnya dan persembahyangan di pura ini dilakukan
Rutin setiap akan Turun sawah atau memulai kegiatan Pengolahan Lahan Persawahan
atau pertanian, pada saat Pertengahan Musim panen, dan sebelum Memulai Panen hasil Pertanian.
Pura ini dipercaya sebagai stana dari Sang Hyang Widhi Wasa yang Manifestasinya
sebagai pemberi kemakmuran dan kesuburan
yang dalam Hindu disebut dengan Sebutan Dewi Sri yaitu Saktinya Dewa Wisnu.
![]() |
| Gbr. Photo : Made Sumardiyasa, S.Pd. ( Penyuluh Agama Hindu di Desa Pakraman Dwi Tunggal Bhuana ) |
Post
By Bindu Konawe
Sumber
: Desa Pakraman Dwi Tunggal Bhuana
Penulis
: Made Sumardiyasa, S.Pd.
Editor
: I Nengah Sumendra, S.Ag., M.Fil.H.














Om swastyastu,...muantaf Niki Sampun Wenten Monografi Pura Desa Adat Dwi Tunggal Buana, Aksemayang Titinyang Ten Paling keweh-keweh tiyang nyari Lagi.
BalasHapus