BINDU KONAWE - MEDIA INFORMASI

SLOGAN BLOG BINDU KONAWE

<<SELAMAT DATANG DI BINDU KONAWESELAMAT DATANG DI BINDU KONAWE >>

Minggu, 12 Januari 2020

“Berlatih dan Membiasakan Doa Sehari-Hari Umat Hindu atau Dhainika Upasana Kepada Siswa-Siswi Pasraman”. Giat Dharma Pangasraman di Pasraman Dharma Bhakti, Desa Langgomea, Kec. Uepai, Kab. Konawe


“Berlatih dan Membiasakan Doa Sehari-Hari Umat Hindu atau Dhainika Upasana Kepada Siswa-Siswi Pasraman”. Giat Dharma Pangasraman di Pasraman Dharma Bhakti, Desa Langgomea, Kec. Uepai, Kab. Konawe
Gbr. Photo : I Ketut Mudiana, S.Ag.
Saat Melatih Siswa-Siswi Pasraman Dharma Bhakti
Menghafalkan dan Mengucapkan
Doa Sehari-Hari Umat Hindu

Om Swastyastu,
Om Awignam Astu Nama Sidham,

Uepai,Pasraman Dharma Bhakti (Bindu Konawe)---“Membiasakan Berodoa Sehari-Hari Umat Hindu atau Dhainika Upasana Kepada  Siswa-Siswi Pasraman”, begitulah giat Dharma Pangasraman yang dilakukan oleh I Ketut Mudiana, S.Ag. bersama Siswa-Siswi Pasraman di Pasraman Dharma Bhakti yang bertempat di Lingkungan Pura Desa-Puseh, Desa Langgomea, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Minggu, 12 Januari 2020.

Setiap agama yang ada yang di dunia, tentu saja mempunyai doa-doa yang berbeda sesuai dengan keyakinan dari Agama yang dianutnya masing-masing, tak terkecuali pula bagi Umat yang beragama Hindu mempunyai doa sehari hari dalam Agama Hindu. Pengetahuan dan wawasan dalam doa sehari-sehari bagi Umat Hindu bisa dikatakan belum cukup merata diketahui pada setiap kalangan. Baik itu kalangan anak-anak, remaja, muda ataupun dikalangan umat secara umum yang sudah berumur. Atas dasar dari beberapa alasan terebut, I Ketut Mudiana dalam giat Dharma Pangasramannya di Pasraman Dharma Bhakti melaksanakan Pembelajaran di Pasraman dengan; menghafal, melatih, dan membiasakan Doa Sehari-hari Umat Hindu kepada Siswa-Siswi Pasraman Dharma Bhakti yang dibinanya.
 
Gbr. Photo : I Ketut Mudiana, S.Ag.
Saat Melatih Siswa-Siswi Pasraman Dharma Bhakti
Menghafalkan dan Mengucapkan 
Doa Sehari-Hari Umat Hindu
I Ketut Mudiana, yang juga aktif sebagai Penyuluh Agama Hindu Non PNS Pada Lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Konawe dengan Wilayah Tugas Penyuluhannya juga di Desa Langgomea, mengajak anak-anak Pasraman Dharma Bhakti untuk lebih aktif menghafal, berlatih dan membiasakan diri dalam kehidupan sehari-hari untuk mengucapkan Doa sehari-hari Umat Hindu yang disesuaikan dengan aktivitas sehari-hari yang dilakukan, Buku Doa Sehari Bagi Umat Hindu telah banyak dicetak oleh beberapa penerbit buku-buku Hindu, silahkan pelajari dan pedomani untuk terus berlatih, ucapnya kepada Siswa-Siswinya.

Lebih lanjut juga dijelaskan oleh  I Ketut Mudiana bahwa, “Apapun tujuan atau wujud doa yang disampaikan, berdoa sebenarnya upaya kita memperbaiki serta memperkokoh hubungan batin kita sebagai pemuja(bhakti) dengan Tuhan. Berdoa juga dijadikan sebagai suatu kewajiban utama dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari”. Apa yang didapatkan usai berdoa ?, begitu I Ketut Mudiana melemparkan pertanyaan kepada Siswa-Siswi Pasraman yang dibinanya, yang kemudian dijawabnya sendiri, yaitu :  “Yang didapat bila kita beroda kepada Tuhan dengan hati yang tulus ikhlas dan suci adalah suatu kedamaian atau ketenangan hati yang tak dapat dibayar atau dibeli dengan uang. Kedamaian atau ketenangan hati yang kita dapatkan setelah berdoa tidak akan hilang atau lenyap begitu saja. Sebaliknya, ia menetap dan bersemayam di lubuk hati paling dalam. Bila diibaratkan dengan menanam pohon, berapa kali kita berdoa setiap hari berarti telah tertanam sekian banyak pohon. Dan waktu ke waktu, jumlahnya semakin banyak dan akhirnya mampu menjadi pohon peneduh kedamaian dan ketenangan batin bagi diri kita, tuturnya.

Kehidupan  adalah sebuah anugerah yang diberikan  oleh Tuhan kepada manusia sebagai salah satu ciptaan-Nya. Sebagai makhluk ciptaan-Nya tentu setiap manusia mempunyai pegangan (keyakinan) dalam menjalani kehidupan. Pentingkah doa dalam aktifitas sehari-hari ?.Tentu saja, karena dengan berdoa akan selalu mengingatkan kita akan keberadaan Tuhan dan memohon perlindungan-Nya, serta mengingatkan kita akan syukur dari segala aspek atas kehidupan, cobaan, dan nikmat kebahagiaan yang Tuhan selalu berikan kepada kita sebagai makhluk ciptaan-Nya.

 
Gbr. Photo : I Ketut Mudiana, S.Ag.
Saat Melatih Siswa-Siswi Pasraman Dharma Bhakti
Menghafalkan dan Mengucapkan 
Doa Sehari-Hari Umat Hindu
I Ketut Mudiana juga berpesan kepada siswa-siswi pasraman yang dibinanya, hendaknya sebelum kita membaca terlebih yang berhubungan dengan Kitab Suci Veda dan saat sebelum melakukan aktivitas sehari-hari kita patut melantunkan atau mengucapkan doa terlebih dahulu.  Mengapa demikian penting doa dalam kehidupan sehari- hari ?, demikian diingatkan kembali oleh I Ketut Mudiana bahwa, hal ini karena dalam kitab Manawa Dharmasastra, Adhyaya II, Sloka 74 dijelaskan bahwa : “Hendaknya mengucapkan Pranawa (Aksara OM) pada permulaan dan penutupan pelajaran Veda”, demikian ucapnya menjelaskan dasar dari salah satu sumber Tattwa mengapa berdoa itu patut dilakukan oleh Umat Hindu sebagai kewajiban yang Utama.

Doa Sehari-Hari (Dhainika Upasana) ataupun sadhana Sandhya yang lainnya, bagi Umat Hindu merupakan perwujudan sraddha bhakti dalam men-sadhana-kan Tapa, Yajna, Kirtti, Gita (Brahma) dan Yoga bagi Umat Hindu untuk menjalin hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa - Ida Hyang Widhi Wasa sebagai Adhi Kuasa Alam Semesta. Semoga pembiasaan yang dilakukan oleh Pembina Pasraman kepada siswa-siswi Pasraman kelak dapat menyebar dan terjadi pembiasaan pula di lingkungan keluarga Umat Hindu dalam kehidupan sehari-hari-nya. Angayubagia. Om Sidhirastu Tad Astu Swaha.

Om Santih, Santih, Santih Om


Post By BinduKonawe, 13/01/2020
Sumber : I Ketut Mudiana, S.Ag.
Penulis & Editor : I Nengah Sumendra, S.Ag., M.Fil.H

Tidak ada komentar:

Posting Komentar