BINDU KONAWE - MEDIA INFORMASI

SLOGAN BLOG BINDU KONAWE

<<SELAMAT DATANG DI BINDU KONAWESELAMAT DATANG DI BINDU KONAWE >>

Senin, 06 Januari 2020

Monografi Pura Kahyangan Tiga Desa Pakraman Dwi Tunggal Bhuana, Kelurahan Mekarsari Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe

Monografi Pura Kahyangan Tiga Desa Pakraman Dwi Tunggal Bhuana, Kelurahan Mekarsari Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe

Gbr. Photo : Candi Pintu Masuk 
di Nista Mandala Pura Desa-Puseh
Desa Pakraman Dwi Tunggal Bhuana

A.      Deskripsi Umum
Pura Adalah Sebagai Tempat Pemujaan Atau ibadat bagi agama Hindu atau tempat Suci agama Hindu di Indonesia. Tempat suci menurut Hindu mempunyai 2 (Dua) Pengertian yaitu tempat suci karena kondisi alam seperti Puncak gunung dan Sumber mata air, dan tempat suci karna disucikan atau dibangun seperti Candi, Pura, Merajan dan Lain-lain.
Pura sebagai tempat suci agama Hindu di Indonesia merupakan tempat pemujaan Nyang Widhi Wasa dalam prabawa-Nya (ManifestasiNya) dan Atma Sidha Dewata (Roh Sici Leluhur) dengan sarana upacara Yadnya.
Dalam Sistem Upakara dan upacara yadnya dalam pura dilaksanakan oleh adat dimana dalam suatu desa adat akan di tunjuk seorang ketua adat atau dalam sitem adat bali disebut dengan Bendesa adat. Bendesa Adat memiliki peran central dalam kegiatan ke umatan dan Upakara dan Upacara Yadnya di Suatu Desa Adat.
Desa Adat Dwi Tunggal Buana Adalah salah satu desa adat yang keberadaanya di wilayah transmigrasi di Kelurahan Mekar Sari Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara. Meski terbilang Jauh dari Bali, Desa Adat Dwi Tunggal Buana Masih Tetap memegang teguh Adat dan Tradisi sebagai Hindu Bali Nusantara. Desa Adat ini dipimping oleh seorang Bendesa Adat  dan di bantu oleh kepengurusan Desa Adat. Di  Desa Adat Dwi Tunggal Buana terdapat Pura Khayangan Tiga (Tri Khayangan) di antaranya Pura Desa dan Pura Puseh Yang Terletak dalam Satu Area, Pura Dalem yang berdampingan dengan Pura Prajapati dan Ada Pula Pura Ulun Carik (Pura Subak).


B.       Pura Desa Puseh Desa Adat Dwi Tunggal Buana
Pura Desa dan Puseh  Desa Adat Dwi Tunggal Buana terletak dalam satu lokasi. Pura Desa dan Puseh ini merupakan Pura khayangan Tiga yang disungsung oleh krama desa Adat Dwi Tunggal Buana Sebagai tempat Pemujaan Ida Sang Hyang Widhi dalam Prabawanya Sebagai Dewa Brahma Sang Pencipta (Utpati) dan Dewa Wisnu Sang Pemelihara (Sthiti). 

Gbr. Photo : Kori Agung Pura Desa-Puseh
Desa Pakraman Dwi Tunggal Bhuana

Pura Desa Dan Puseh Desa Adat Dwi Tunggal Buana beralamat di Blok C  kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan luas area 5000 m2. Status kepemilikan tanah dari pura Desa Puseh ini sementara proses balik nama ke Desa Adat Dwi Tunggal Buana.  Pura ini hanya berjarak sekitar 2 Km dari pusat Kota Unaaha.  Letaknya yang begitu strategis dan dekat dengan kota unaaha pura ini menjadi salah satu tujuan dari warga kota unaaha untuk datang menikmati pemandangan pura  dan berfoto selfi. Pura ini juga sering dijadikan tempat kegiatan dari organisasi Hindu yang berada di kabupaten Konawe.



Gbr. Photo : Gedong Desa
Pura Desa-Puseh
Desa Pakraman Dwi Tunggal Bhuana

Gbr. Photo : Gedong Puseh
Pura Desa-Puseh
Desa Pakraman Dwi Tunggal Bhuana

 Pura Desa Puseh Desa Adat Dwi Tunggal Buana Ini di didirikan pada tahun 1975.  Anggaran Pendirianya dari hasil Suadaya masyarakat desa Adat Dwi Tunggal Buana. kemudian pada tahun 2005 Pura ini direnovasi total mulai dari Gedong, Padmasana, Pelingih, Balai Kulkul  dan Pagar Pura. Pada Tahun 2016 Pura Ini Mendapat bantuan Satu Unit Balai Agung Dari Pemerintah Daerah kabupaten Konawe.

Gbr. Photo : Piyasan di Utama Mandala
Pura Desa-Puseh
Desa Pakraman Dwi Tunggal Bhuana

Pada Pendataan tahun 2019 pura Desa dan  Puseh Dwi Tunggal Buana di pimpin Bendesa adat yang bernama Wayan Sara dan  PHDI desa yang bernama I Wayan Sumatra, S.Ag. Wayan Sunata Sebagai Pemangku Yang Memimpin upakara dan upacara Yadnya di Pura Desa dan Ketut Warta sebagai Pemangku pemimpin yadnya di Pura Puseh.  Jumlah Pengempon Pura Desa dan Puseh 367 Kepala Keluarga.
Pujawali atau Odalan Pura Desa Dan Puse Desa Adat Dwi Tunggal Buana dilaksanakan setahun sekali yaitu jatuh pada wuku Menail Sasih Kapat ( Purnama Kapat). Aktivitas Persembahyangan juga dilakukan pada saat hari raya keagamaan, hari yang dianggap hari suci dan pada saat organisasi atau lembaga keagamaan Hindu melakukan kegiatan di Pura ini. Pada hari Purnama Krama Umat melakukan persembahyangan rutin setiap bulanya.
Dalam perawatan dan kebersihan pura, desa Adat menyerahkan sepenuhnya kepada Komisariat Peradah Desa Adat Dwi Tunggal Buana sebagai penanggung jawab kebersihan pura. Sehinggah Peradah Desa Adat Dwi Tunggal Buana Menetapkan Jadwal Pembersihan Rutin Setiap bulanya yaitu 2 hari sebelum Purnama. Selain itu kegiatan pembersihan oleh Peradah juga dilakukan setiap ada kegiatan keagamaan di area pura.



C.   Pura Dalem dan Prajapati Desa Adat Dwi Tunggal Buana
Pura Dalem dan Prajapati  Desa Adat Dwi Tunggal Buana terletak dalam satu lokasi. Pura ini merupakan Pura khayangan Tiga yang disungsung oleh krama desa Adat Dwi Tunggal Buana Sebagai tempat Pemujaan Ida Sang Hyang Widhi dalam Prabawanya Sebagai Dewa Siwa Sang Pelebur (Pralina) dan Dewi durga Sebagai Saktinya Dewa Siwa.

Gbr. Photo : Candi Pintu Masuk Pura Dalem
Desa Pakraman Dwi Tunggal Bhuana

Pura Dalem dan Prajapati Desa Adat Dwi Tunggal Buana beralamat di jalan Poros  kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan luas area 5000 m2. Status kepemilikan tanah dari pura Desa Puseh ini adalah Hak milik Desa Adat Dwi Tunggal Buana.  Pura ini berada di Sebelah Barat Kelurahan Mekar Sari.

Gbr. Photo : Prasasti Peresmian Karya Agung 
Ngenteg Linggih Pura Dalem dan Prajapati

Pura Dalem dan Prajapati Ini di didirikan pada tahun 1988. Anggaran Pendirianya pun juga dari hasil Suadaya masyarakat desa Adat Dwi Tunggal Buana. dari sejak berdiri, pura ini sudah dua kali Renovasi, renovasi pertama yaitu pada tahun 1999 Perbaikan Balai Piyasan, Gedong, Pagar Penyengker Pura, Dan Beberapa Pelingih. Dan kemudian Renovasi yang ke Dua pada Juli 2017 dengan penambahan beberapa bangunan baru sebagai pelengkap Sarana Pura Seperti Gelung Kori, Balai Pertemuan, Balai Gong, Puwaregan, Pagar Atau Penyengker, Gudang, Wc, dan Gerbang Pura. Dan dilakukan Upacara Puja wali Ngenteg Linggih pada Pura Dalem dan prajapati tersebut dengan dihadiri oleh ketua DPRD Kab. Konawe Priode 2014- 2019 yang sekaligus meresmikan Pura Dalem Desa Adat Dwi Tunggal Buana.

Gbr. Photo : Kori Agung Masuk Utama Mandala
Pura Dalem Desa Pakraman Dwi Tunggal Bhuana


Gbr. Photo : Gedong Dalem
Pura Dalem Desa Pakraman Dwi Tunggal Bhuana

Pura ini juga secara umum diempon oleh Seluruh krama adat Dwi Tunggal Buana dimana Bendesa Adat Wayan Sara dan Ketua PHDI Desa Adat I Wayan Sumatra, S.Ag selaku Tokoh yang Memimpin Keberlangsungan Kegiatan Keumatan Di Pura Dalem Dan Prajapati ini. Putu Alit sebagai Pemangku Pemimpin Upakara dan Upacara yadnya Di Pura Dalem dan Wayan Konci Sebagai Pemangku pemimpin Upakara dan Upacara Yadnya di Pura Prajapati. 


Gbr. Photo : Candi Pintu Masuk / Pemedal 
Pura Prajapati Desa Pakraman Dwi Tunggal Bhuana

Gbr. Photo :  Palinggih Prajapati
di Pura Prajapati Desa Pakraman Dwi Tunggal Bhuana

Piodalan di Pura Dalem dan Prajapati ini sejak Tahun 2017 setelah selesai acara Ngenteg Linggih dilakukan dalam 1 tahun sekali Yaitu Setiap Tilem Ke Kasa. Dimana sebelum acara Ngenteg linggih piodalan dilakukan setiap hari raya Pagarwesi. Aktivitas persembahyangan di pura ini juga dilakukan setiap hari raya keagamaan, hari Suci, dan hari-hari tertentu. Krame umat desa Adat Dwi Tunggal Buana melakukan Persembahyangan Rutin setiap Bulan yaitu pada hari Tilem.
Perawatan dan kebersihan Pura di tugaskan kepada Peradah Desa Adat Dwi Tunggal Buana. Dalam kegiatan pembersihan di pura Dalem Dan Prajapati rutin dilakukan setiap bulan 2 hari sebelum hari Tilem dan juga dilakukan setiap akan ada kegiatan keagamaan.



D.  Pura Ulun Carik Desa Adat Dwi Tunggal Buana
Pura Ulun Carik adalah pura krama subak yaitu kelompok pura khayangan khusus sebagai pura swagina oleh para petani. Di Desa Adat Dwi Tunggal Buana yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian di sektor pertanian mendirikan sebuah pura Ulun carik.

Gbr. Photo : Pura Ulun Carik
Desa Pakraman Dwi Tunggal Bhuana

Pura ulun Carik Desa Adat Dwi Tunggal Buana berlokasi di tengah tengah Kelurahan Mekar Sari kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe dengan luas Tanah 5000 m2. Dengan status kepemilikan tanah masih dalam proses balik nama.
Pura Ulun Carik Desa Adat Dwi Tunggal Buana didirikan pada tahun 1997. Pura ini didirikan dari suadaya masyarakat desa Adat Dwi Tunggal Buana yang Bermata Pencaharian di sektor Pertanian. Dari sejak berdiri, sampai saat ini, Pura ini baru pada tahun 2019 ini dilakukan renovasi keseluruhan dari Sarana bangunan pura. Angaran renovasi di peroleh dari iuran wajib dan dana Punia anggota subak Desa Adat Dwi Tunggal Buana.

Gbr. Photo : Bale Paruman Pura Ulun Carik
Desa Pakraman Dwi Tunggal Bhuana

Pura ini di empon kurang lebih 94% dari Jumlah Krama Umat Desa Adat Dwi Tunggal Buana yang Ada. Dimana dalam proses pembanguan dan kegiatan pura di pimpin oleh seorang Ketua subak bernama I Made Merta. Pemangku yang memimpin upakara dan upacara di pura ini ialah Wayan Sukendra.
Kegiatan Yadnya dan persembahyangan di pura ini dilakukan Rutin setiap akan Turun sawah atau memulai kegiatan Pengolahan Lahan Persawahan atau pertanian, pada saat Pertengahan Musim panen,  dan sebelum Memulai Panen hasil Pertanian. Pura ini dipercaya sebagai stana dari Sang Hyang Widhi Wasa yang Manifestasinya sebagai  pemberi kemakmuran dan kesuburan yang dalam Hindu disebut dengan Sebutan Dewi Sri yaitu Saktinya Dewa Wisnu.


Gbr. Photo : Made Sumardiyasa, S.Pd.
( Penyuluh Agama Hindu
di Desa Pakraman Dwi Tunggal Bhuana )

Post By Bindu Konawe
Sumber : Desa Pakraman Dwi Tunggal Bhuana
Penulis : Made Sumardiyasa, S.Pd.
Editor : I Nengah Sumendra, S.Ag., M.Fil.H.

1 komentar:

  1. Om swastyastu,...muantaf Niki Sampun Wenten Monografi Pura Desa Adat Dwi Tunggal Buana, Aksemayang Titinyang Ten Paling keweh-keweh tiyang nyari Lagi.

    BalasHapus